MPI

STAI Al-Falah Cicalengka Menghadiri Konferensi Kajian Keislaman Jawa Barat

Cipasung, — Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Falah Cicalengka Bandung menghadiri acara  West Java Islamic Studies Conference (WJIC) di Institut Agama Islam Cipasung, Rabu (2/2). acara yang diselenggarakan oleh Forum Pimpinan PTKI Jabar ini Mengusung tema “Solusi Moderasi Beragama untuk Kemajuan Masyarakat Jawa Barat”.

Peserta yang hadir dalam konferensi ini adalah seluruh pimpinan Perguruan Tinggi Agama Islam se-Jawa Barat.

Tujuan Konferensi ini adalah untuk Membangun landasan akademis Moderasi Islam untuk meningkatkan kesadaran masyarakat Jawa Barat untuk maju. Membangun jaringan institusi keislaman se Jawa barat untuk saling kooperatif dalam meningkatkan kesadaran maju khususnya untuk masyarakat Jawa Barat, dan untuk Mendokumentasikan dan mempublikasikan hasil karya ilmiah studi keislaman yang lebih memfokuskan kepada kemajuan untuk masyarakat Jawa Barat

konferensi menghasilkan sembilan rekomendasi. Antara lain pentingnya distingsi dan center of excellent kajian Islam.

“PTKIS di Jabar harus terdepan dalam pengembangan desain dakwah Islam berbasis kearifan lokal,” ungkap KH Prof Dr Machmud MS, Rektor UIN Sunan Gunung Djati Bandung selaku Koordinator Perguruan Tinggi Agama Islam Wilayah II Jawa Barat-Banten dalam Keynote Speaks WJIC 2021 di Aula IAI Darussalam Cipasung.

Prof Mahmud menekankan pentingnya kolaborasi antar Perguruan Tinggia dalam aktualisasi nilai-nilai Islam dan desain dakwah berbasis kearifan lokal. Beliau memberi contoh filosofi Prabu Siliwangi. Dalam dakwah kekinian, yang perlu dikembangkan tidak hanya Silih Asah (saling berkompetisi), Silih Asih (saling mencintai), dan Silih Asuh (saling membantu), tetapi juga Silih Wawangi (saling promosi kebaikan).

Selain Rektor UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Konferensi yang dihadiri perwakilan dari 181 PTKIS Jabar-Banten juga menampilkan pembicara KH A. Bunyamin Ruhiyat MSi (Rektor IAID Cipasung), dan Prof Salahudin Kafrawi PhD dari Hobart and William Smith Colleges USA.

Selain konferensi moderasi Islam Forum Pimpinan PTKIS Jabar juga melakukan penandatanganan MoU dan MoA antara STAI Al-Falah Cicalengka dengan 161 PTKIS dalam kerangka kerjasama pendidikan, penelitian, pengabdian masyarakat dan publikasi jurnal ilmiah.

Berikut 9 Rekomendasi yang lahir dari konferensi ini,

  1. Setiap PTKI harus memiliki distingsi;
  2. PTKI harus mendesain setiap model dakwah dengan nilai local wisdom seperti nilai yang dikembangkan Prabu Siliwangi “Silih asah, silih asuh, silih asih dan tidak lupa silih wawangian”;
  3. PTKI perlu melakukan penelitian ulang tentang stigma negatif masyarakat Jawa Barat yang menuduh intoleran dan berafiliasi ke jaringan teroris;
  4. Integrasi kajian Islam klasik dan kontemporer harus diperkuat di PTKI sehingga menjadi pusat data Kajian Keislaman terutama literatur khasanah Islam lokal Jawa Barat;
  5. PTKI harus mengkonstruksi teori-teori yang lahir dari bahasa teologis Quran dan Hadits sehingga memiliki fondasi akademik Islam yang kokoh;
  6. PTKI harus membangun center of excellent pada distingsi masing-masing sehingga pusat kajian keislaman dan kekhasan lokal di Jawa Barat bisa dipetakan melalui PTKI;
  7. PTKI wajib membangun kolaborasi antar lembaga sebagai penguatan Tridarma PT;
  8. Strategi Pengembangan PTKI:
  9. Nilai Luhur PTKI:

Berita Terkait

Berita MPI

Agenda

Follow Us